Peluang Investasi Industri Tekstil di Kabupaten Boyolali


Usaha pabrik tekstil merupakan salah satu usaha yang menguntungkan dan menjadi investasi primadona di Indonesia. Banyaknya tenaga kerja serta ketersediaan lahan yang luas
menjadi salah satu daya tarik. Selain itu, terus meningkatnya jumlah penduduk dunia serta peningkatan kesejahteraan masyarakan merupakan salah satu faktor penunjang mengapa industri sandang ini tidak pernah ditinggalkan.

Sebagai salah satu pendukung sektor industri, bahan baku umumnya menjadi salah satu daya tarik. Pada pengembangan industri tekstil dan produk tekstil, ketersediaan bahan baku tidak menjadi satu-satunya daya tarik. Dalam hal ini, bahan baku tidak harus disediakan atau merupakan potensi yang dicari di Kabupaten Boyolali, karena Kabupaten Boyolali bukanlah kabupaten yang dapat menyediakan bahan baku bagi industri tekstil dan produk tekstil, akan tetapi faktor lain di luar ketersediaan bahan baku yang menjadi daya tarik. Sehingga keberadaan bahan baku tidak harus berasal dari lokasi setempat atau lokasi pabrik tersebut didirikan.

Kabupaten Boyolali memiliki potensi tenaga kerja yang cukup besar, sehingga pontesial bagi pengembangan industri. Selain itu, upah minimum kabupaten (UMK) Kabupaten Boyolali lebih rendah daripada daerah lainnya, dan UKM yang kompetitif ini menjadi salah satu daya tarik bagi investor untuk berinvestasi di suatu wilayah.

Permintaan tekstil dunia dari tahun-ketahun terus meningkat. Menurut data dari Kementrian Perindustrian, nilai ekspor pakaian jadi non rajutan pada kuartal I tahun 2013 sebesar US$ 1,01 miliar. Angka tersebut tumbuh 3,1% dibandingkan pada kuartal I tahun 2012 (Berita Industri, kemenperin.go.id).

Permintaan pakaian jadi tidak hanya tumbuh di luar negeri, tapi juga di Indonesia. Pertumbuhan kelas menengah yang pada tahun 2013 ini meningkat 16 %, bahkan diprediksikan terus tumbuh hingga 28% merupakan pasar yang sangat potensial bagi usaha sandang di Indonesia. Sehingga usaha ini sangat terbuka dari aspek pasar.

Kebutuhan pakaian di dalam negeri pada tahun 2013 adalah 7,5 kg/kapita /tahun atau setara 2 potong celana panjang/rok dan 5 potong kemeja. Sehingga kebutuhan pakaian dalam
negeri saja untuk tahun 2013 diperkirakan sebanyak 242.000.000 jiwa x 2 potong celana dan 5 potong kemeja, yaitu 484 juta potong celana, dan 1.210 juta potong kemeja. Jika ditambahkan dengan permintaan dari luar negeri, maka kebutuhan sandang sangat luar biasa dan merupakan peluang pasar yang sangat menarik.

Selain industri pakaian jadi/garment, di Kabupaten Boyolali telah berdiri beberapa perusahaan di yang berkaitan, di antaranya adalah sektor pemintalan benang, penenunan, dan
kain. Selain industri tersebut, terdapat beberapa industri yang siap mendukung berdirinya industri pakaian jadi, yaitu :sarana transportasi, komunikasi, energi serta infrastruktur lainnya

Analisa Investasi
Dalam mendirikan usaha konveksi atau garment di lahan seluas 1,2 Ha dengan luas pabrik 3.000 m, diperlukan biaya sebesar Rp 12.000.990.000 dengan modal kerja sebesar Rp.3.309.917.000. Total investasi sebesar Rp 15.310.907.000.

Analisa Pendapatan
Pendapatan yang diterima pabrik adalah dari penjualan produk yaitu pakaian jadi sebanyak 52.000 potong per bulan. Harga jual yang dibebankan untuk satu potong adalah Rp
75.000, dengan perhitungan keuntungan 10% serta pajak 10%, sehingga harga produk menjadi Rp 90.500/potong.

Analisa Pengeluaran
Sumber pengeluaran pabrik konveksi terdiri dari biaya produksi (bahan baku, bahan penolong), biaya operasional (biaya karyawan, biaya listrik, biaya air), biaya pemeliharaan alat,
biaya penyusutan, biaya pengembalian pinjaman, bunga pinjaman dan biaya distribusi

Analisis Kelayakan Finansial
Biaya pengembalian usaha ini antara 40-50%, dengan pengembalian investasi selama 2,57tahun. NPV yang diperoleh sebesar Rp Rp 7.032.367.574,01 dengan IRR 29%.
Analisis Kebijakan dan Kelembagaan Pemerintah Merujuk pada Visi Kabupaten Boyolali, yaitu "Kabupaten Boyolali yang lebih sejahtera, berdaya saing dan pro investasi", pemerintah Kabupaten Boyolali terus berbenah untuk menyiapkan perangkat kebijakan yang mendukung bagi investasi di Kabupaten Boyolali.

Beberapa kebijakan telah disiapkan, diantaranya adalah adanya peruntukkan daerah industri, peraturan yang pro investasi, serta kemudahan dari sisi perijinan. Secara rinci, beberapa kemudahan yang disiapkan oleh pemerintah Kabupaten Boyolali bagi pengembangan investasi adalah sebagai berikut :


1. Persediaan keringanan pajak
   Menyediakan insentif pengurangan pajak seperti pajak pendapatan penghasilan (PPH) badan
   (25%), pajak pendapatan penghasilan (PPH) perorangan dll. mengingat usaha tersebut adalah
   kerja sama antara negara
2. Pengurangan biaya konstruksi
   Melaksanakan pengurangan biaya dengan memperoleh biaya pembentukan melalui
   pelaksanaan tugas tahap 2 seperti minimalisasi biaya konstruksi tanah dll.
3. Pengurangan biaya administrasi
   Mendapatkan pengurangan biaya perizinan dan pelaksanaan usaha yang menerus melalui
   partisipasi langsung pada usaha dari pihak pemerintah Indonesia seperti penggantian rugi
   tanah dll.
  

Sumber Data : Badan Koordinasi Penanaman Modal | Alamat : Jl. Jend. Gatot Subroto 44 Jakarta | Telepon : 0215252008 | Fax : 0215252008

Link Terkait : http://regionalinvestment.bkpm.go.id/newsipid/commodityareapeluang.php?ia=3309&ic=7

Copyright © 2017 DPMPTSP Pemerintah Kabupaten Boyolali