Kabupaten Boyolali Meraih Penghargaan Kabupaten/Kota Pro Investasi Tahun 2016 Provinsi Jawa Tengah


Enam daerah di Jateng dinilai memiliki daya tarik investor untuk menanamkan modalnya di berbagai bidang usaha.

Enam kabupaten dan kota itu, yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Boyolali, Wonogori, Kendal, dan Kota Tegal bersaing untuk mendapatkan penghargaan sebagai kabupaten dan kota pro investasi.

“Sekarang ini Jawa Tengah menjadi primadona bagi investor, baik dari dalam maupun luar negeri, terutama enam daerah yang masuk nominator penghargaan kabupaten dan kota pro investasi,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Dr. Ir. Sri Puryono, KS, MP saat membacakan sambutan tertulis Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs. H. Heru Sudjatmoko, M.Si pada Diskusi Panel Pemberian Penghargaan Kabupaten/Kota Pro Investasi di Hotel Grasia, Kota Semarang, Jumat, 12 Agustus 2016.

Menurut dia, Jateng mempunyai banyak potensi yang mendukung peminatan investasi. Antara lain kondisi geografis yang strategis, infrastruktur penunjang, seperti jalan, bandara, pelabuhan laut dan kereta api. Ditambah potensi alam di sektor pertanian, pertambangan dan energi melimpah, maupun ketersediaan lahan yang cukup luas dan eksisting kawasan industri.

Hal penting terkait pembangunan investasi, kata sekda, bagaimana mengoptimalkan pelayanan kepada para investor. Bukan hanya kecepatan pelayanan tetapi juga termasuk kualitas pelayanan yang sopan dan ramah. Pemerintah provinsi juga harus terus membuka gerai investasi di berbagai daerah untuk mempermudah izin usaha.

Jateng mempunyai banyak potensi yang mendukung peminatan investasi. Antara lain kondisi geografis yang strategis, infrastruktur penunjang, seperti jalan, bandara, pelabuhan laut dan kereta api. Ditambah potensi alam di sektor pertanian, pertambangan dan energi melimpah, maupun ketersediaan lahan yang cukup luas dan eksisting kawasan industri.

“Jateng merupakan gudangnya tenaga kerja terlatih baik dari politeknik, SMK maupun Balai Latihan Kerja. Tidak kalah penting adalah komitmen pemda mewujudkan regulasi kebijakan pro investasi,” imbuhnya.

Enam nominator yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Boyolali, Wonogori, Kendal, dan Kota Tegal pada hari Jumat, 12 Agustus 2016 telah mengikuti tahap penilaian presentasi daerah. Dari Kabupaten Boyolali, presentasi disampaikan oleh Bapak Wakil Bupati Boyolali. Hasil presentasi penerima penghargaan sebagai Kabupaten/Kota Pro Investasi tahun 2016 adalah sebagai berikut :

1. Utama (Emas)              : Kabupaten Wonogiri dan Kota Semarang

2. Madya (Perak)               : Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Boyolali

3. Pratama (Perunggu)   : Kota Tegal

 

Penyerahan penghargaan kepada pemenang telah disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah pada saat upacara Hari Jadi Jawa Tengah tanggal 15 Agustus 2016 kemarin.

Untuk Kabupaten Boyolali penghargaan diterima langsung oleh Bapak Wakil Bupati Boyolali.

keberhasilan Kabupaten Boyolali tersebut, tidak terlepas dari mimpi Bupati Boyolali, Drs. Seno Samodro, yang dituangkan dalam visi misinya :

Tahun 2010 - 2015 : Mewujudkan Kabupaten Boyolali Yang Lebih Sejahtera, Berdaya Saing dan Pro Investasi.

Tahun 2016 - 2021 : Pro Investasi Mewujudkan Boyolali Yang Maju dan Lebih Sejatera.

Adapun komitmen Bupati Boyolali dalam pengembangan Investasi di Kabupaten Boyolali adalah :

1. Peningkatan iklim investasi yang kondusif melalui regulasi kebijakan yang mendukung investasi.

     - Penataan kelembagaan PTSP dengan kewenangan atributif kepada BPMP2T Kabupaten Boyolali.

     - Penyederhanaan perizinan dari semula 30 jenis Perda menjadi 3 jenis Perda.

     - Penetapan tarif retribusi yang tidak terlalu membebani (hanya IMB dan HO yang dikenakan retribusi, perizinan lainnya gratis)

     - Regulasi kebijakan investasi.

2. Perbaikan kualitas pelayanan/PTSP yang lebih aplikatif :

    - Perbaikan sistem pelayanan

    - Peningkatan kualitas SDM melalui diklat.

    - Pemberian pelayanan perizinan secara paralel

    - Pelayanan jemput bola bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

3. Perbaikan prasarana pendukung investasi yang akomodatif :

    - Pembangunan infrastruktur yang memadai baik jalan maupun jembatan.

    - Penyediaan sumber daya energi/listrik (MoU) antara Pemerintah Daerah dengan PT. PLN

    - Review Perda Tata Ruang untuk memperluas kawasan investasi.

4.  Strategi promosi yang efektif

    - Promosi ke luar negeri yang intensif

    - Promosi pada event-event promosi/pameran investasi skala nasional/regional.

    - Promosi potensi daerah melalui website

    - Sosialisasi perizinan dan investasi.

5. Pembentukan jejaring investasi yang komunikatif

    - Menyiapkan IRU (Investment Relation Unit) sebagai media komunikasi para investor melalui website.

    - Membangun komunikasi yang harmonis dengan para investor yang telah ada dengan BKPM, Bupati dan SKPD terkait.

    - Menjalin kemitraan antara pemerintah, investor menengah dengan usaha mikro, kecil

    - Menyiapkan database sektor unggulan dan potensi daerah agar dapat diakses oleh calon investor.

 

Sedangkan penghargaan lainnya yang telah diraih adalah sebagai berikut :

1. Penghargaan Innovative Goverment Awards dari Kementrian Dalam Negeri Tahun 2013

2. Penghargaan TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik dari Kementrian PAN dan Reformasi Birokrasi Tahun 2015.

3. Juara III Penghargaan PTSP Terbaik se- Indonesia dari BKPM RI Tahun 2016.

Dengan telah berhasil diraihnya penghargaan tersebut, diharapkan dapat menarik calon investor untuk menanamkan modalnya lebih banyak lagi di Kabupaten Boyolali di berbagai sektor usaha : sektor pertanian dan perikanan, Industri kerajinan, pariwisata, sumber daya alam, maupun sektor lainnya.

 

Copyright © 2017 DPMPTSP Pemerintah Kabupaten Boyolali