Kepastian Investasi, PR Utama Penanaman Modal


 

Nusa  Dua,  24  Februari  2017 -  Kepastian  Investasi  menjadi  tema  sentral  dalam  Rapat Koordinasi  Nasional  Badan  Koordinasi  Penanaman  Modal  dengan  Dinas  Penanaman  Modal  dan
Pelayanan  Terpadu  Satu  Pintu  Se-Indonesia.  Tema  tersebut  dipilih  karena  saat  ini  masih terdapat  berbagai  regulasi  daerah  yang  masih  belum  sejalan  dengan  kebijakan/regulasi
Pemerintah  Pusat  yang  dinilai  masih  menjadi  pekerjaan  rumah  utama  Salam  upaya meningkatkan penanaman modal.
Kepala  Badan  Koordinasi  Penanaman  Modal  Thomas  Trikasih  Lembong  menyampaikan  bahwa Rakornas ini merupakan pertemuan pertama setelah penguatan organisasi pelayanan investasi di  daerah  dalam  kelembagaan  terintegrasi  dalam  bentuk  DPMPTSP.   DPMPTSP  diharapkan menjadi  harmonisasi  kebijakan  dan  solusi  permasalahan  yang  dihadapi  investor  di  daerah. "Kami berharap bahwa Rakornas ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepastian iklim investasi Indonesia," ujarnya dalam keterangan resminya kepada media massa, Jum'at (24/2).
Menurut  Thomas,  hingga  kini  salah  satu  permasalahan  yang  dikeluhkan  investor  dalam merealisasikan  investasi  adalah  mendapatkan  perizinan  yang  menjadi  kewenangan  daerah.
"Banyaknya  prosedur  dan  persyaratan,  lamanya  waktu  dan  biaya  yang  cukup  tinggi  sehingga menimbulkan ketidakpastian," jelasnya. Oleh  karena  itu,  Thomas  menilai  dengan  nomenklatur  yang  sama  DPMPTSP  akan  lebih memudahkan  koordinasi  antara  Pusat  dan  Daerah  diseluruh  wilayah  Indonesia,  Pemerintah telah  melakukan  penguatan  organisasi  dan  penyamaan  nomenklatur  pelayanan  penanaman
modal  dalam  bentuk  Dinas  Penanaman  Modal  dan  Pelayanan  Terpadu  Satu  Pintu  (DPMPTSP) baik Provinsi maupun Kota.
Dasar  hukum  Penataan  Kelembagaan  DPMPTSP  tersebut  adalah  Peraturan  Pemerintah  Nomor 18  Tahun  2016  tentang  Perangkat  Daerah  dan  Peraturan  Menteri  Dalam  Negeri  Nomor  100
Tahun  2016  tentang  Pedoman  Nomenklatur  DPMPTSP  Provinsi  dan  Kabupaten/Kota.  Dengan adanya  peraturan  ini  Gubernur,  Bupati/Walikota  yang  memiliki  kewenangan  perizinan  wajib
mendelegasikan kewenangan penerbitan perizinan kepada Kepala DPMPTSP. Tom menambahkan bahwa saat ini telah terbentuk 531 DPMPTSP di seluruh provinsi dan Kab/Kota.  "Target  investasi  nasional  tahun  ini  sebesar  Rp 678,8  triliun  dapat  tercapai  bila  kerja dilakukan secara sinergi dan harmonis antara pusat dan daerah," ungkapnya. Kegiatan  Rakornas  BKPM  2017  dihadiri  oleh  Presiden  RI  yang  memberikan  arahan  pada  Dinas
Penanaman Modal dan PTSP Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia. Hadir sebagai narasumber  dalam  kegiatan  tersebut  adalah  Menteri  Dalam  Negeri,  Menteri  Perdagangan,
Menteri Perindustrian dan juga Kepala BKPM. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan beberapa nota kesepahaman yakni
(1)Nota  Kesepahaman  antara  Menteri  Dalam  Negeri  dan  Kepala  BKPM  tentang  Kerjasama Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan KTP Elektronik dalam Lingkup Tugas BKPM; kemudian  (2)  Penandatangan  MoU  antara  Kepala  BKPM  dengan  Direktur  Utama  BPJS Ketenagakerjaan.
Selain  hal  tersebut  juga  dilakukan  breakout  meeting  antara  BKPM  dengan  DPMPTSP  yang terdiri  dari  4  kelompok,  yaitu  Konsolidasi  terkait  Perencanaan  dan  Pengembangan  Iklim
Penanaman  Modal,  Konsolidasi  terkait  Sekretariat  Utama  dan  Pelayanan  Penanaman  Modal, Konsolidasi  terkait  Promosi  Penanaman  Modal,  serta  Konsolidasi  terkait  Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal.
Rakornas  BKPM  2017  diikuti  oleh  850  peserta  yang  terdiri  dari  Kementerian/Lembaga  terkait yaitu  Kemenko  Perekonomian,  Kementerian  Luar  Negeri,  Kementerian  Dalam  Negeri, Kementerian  Perdagangan,  Kementerian  Perindustrian,  Sekretariat  Kabinet  dan  Badan Perencanaan  Pembangunan  nasional;  Dinas  Penanaman  Modal  dan  Pelayanan  Terpadu  Satu Pintu  (DPMPTSP)  tingkat  Provinsi  serta  Kabupaten/Kota  dari  seluruh  wilayah  Indonesia  serta Pengelola  Kawasan  Ekonomi  Khusus,  Para  Duta  Besar  dan  juga  kantor  Promosi  Investasi  BKPM di 8 negara. Kegiatan  Rakornas  dilaksanakan  dalam  serangkaian  kegiatan  oleh  Badan  Koordinasi Penanaman  Modal  pada  tanggal  22-24  Februari  2017  Yaitu  peluncuran  tambahan  18  kawasan industri yang masuk ke dalam Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK), serta Regional Investment Forum 2017.

Sumber : http://www.bkpm.go.id/id/siaran-pers/siaran-pers

Copyright © 2017 DPMPTSP Pemerintah Kabupaten Boyolali