FASILITASI PENGEMBANGAN POTENSI UNGGULAN DAERAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) KABUPATEN BOYOLALI


FOKUS STUDY LAPANG

PETERNAKAN SAPI PERAH DI KOPERASI “SARONO MAKMUR”

Dk. Kiyaran, Ds. Wukirosari, Kec. Cangkringan, Kab. Sleman

Hari/Tanggal, Selasa 29 Agustus 2017

 

Kegiatan yang dilaksanakan mulai dari pagi pukul 08.00 WIB adalah merupakan fasilitasi dari Kantor DPMPTSP Kab. Boyolali dengan parap petani ternak sapi perah dari lima Kecamatan antara lain : Peternak sapi perah Kec. Musuk, Kec. Selo, Kec. Cepogo, Kec. Mojosongo dan Kec. Ampel. Kegiatan ini diawali dengan study lapangan yang dilaksanakan di lokasi kandang komunal sapi perah di Dk. Kiyaran, Ds. Wukirosari, Kec. Cangkringan, Kab. Sleman, yang difasilitasi oleh Ketua Koperasi SARONO MAKMUR drh. Daud Suroto dan disambut oleh Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kab. Sleman Ir. Bagus Handoko untuk  melihat secara langsung proses pemeliharaan dan pembudidayaan sapi perah yang ada di tempat atau lokasi yang dituju. Setelah beberapa waktu di lokasi para peternak sapi perah mempelajari tehnik pemeliharaan sapi sampai pengolahan produksi susu yang ada disana, dilanjutkan acara diskusi dan tanya jawab di Rumah Makan Umbul Roso Ds. Cangkringan, Kab. Sleman.

            Diawali sambutan dari Ka Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kab. Boyolali EL.RUSDIJANTI, HL.,SH Beliau menyampaikan antusiasnya dalam kegiatan study lapang ini yang tujuan utamanya adalah fasilitasi Usaha kecil dan Usaha besar untuk berinvestasi Penanaman Modal dengan harapan akan meningkatkan kesejahteraan para petani ternak sapi perah di Kab. Boyolali. Sambutan dilanjutkan oleh Ir. Bagus Handoko perwakilan dari Dinas Pertanian Pangan & Perikanan Kab. Sleman yang menerima acara kunjungan kerja ini dan menfasilitasi untuk kerjasama tentang usaha ternak sapi perah melalui Koperasi Sarono Makmur Ds. Cangkringan Kab. sleman yang di Ketuai Drh. Daud Suroto. Tak lupa juga dari Dinas Peternakan & Perikanan Kab. Boyolali Satrio Wibowo yang ikut mendampingi para peternak sapi perah asal Kab Boyolali ini memberikan keterangan tentang  pengolahan susu sapi yang ada di Boyolali dengan sistim Fermentasi (Yakult), Es Krim dan Susus Olahan yang sudah ada di Boyolali.

            Acara Ramah tamah dan tanya jawab dengan narasumber drh. Daud Suroto yang menjelaskan tentang munculnya ide tentang kandang Komunal sebagai akibat dari erupsi Gunung Merapi beberapa waktu yang lalu, dimulai kerjasamanya dengan Kepala Desa yang mensuport untuk meminjamkan tanah kas Desa sebagai lahan/area pemeliharaan sapi kemudian mendirikan Koperasi sebagai sarana menampung hasil olahan susu sapi dan pengelolaan managemen untuk sumber pendanaannya. Beliau menjelaskan bagaimana sistim perhitungan pemberian bantuan sapi pada setiap petani dengan cara bahwa setiap satu ekor sapi dara bunting diharapkan para petani bisa mengembalikan satu anak sapi betina dan memberikan setoran susu sapi sebanyak 400 Liter selama usia 2 ½ tahun. Dan sapi induk syah menjadi milik petani. Selain itu koperasi juga menyediakan lahan rumput setiap 1 (Satu) Kwt rumput cukup dengan membayar Rp. 40.000,- dengan catatan merumput sendiri. Kemudian untuk pengolahan limbah dikelola dengan sistem BIO GAS, juga sudah ada pengolahan susu Fermentasi yaitu Pasteurisasi (Yakult) yang sudah berizin dari BP.POM dan distribusinya kerjasama dengan PT. Mirota Yogyakarta.

            Dalam tanya jawab tersebut Sdr. Pramono petani ternak dari Kec Mojosongo, Dk. Singosari menanyakan tentang bagaimana cara membikin kandang komunal/ kandang bersama karena di daerahnya (Kab Boyolali) para peternak masih dengan kandang sendiri-sendiri atau perumahan sehingga berkesan sempit,kumuh, kotor, bau, limbah (IPAL) tidak terjaga. Beliau menjelaskan harus ada kerjasama dan suport dari PEMDA sehingga usaha bersama ini bisa berhasil sukses. Petani Ternak Sdr. Madiono dari Musuk juga menanyakan bagaimana cara pengolahan susu sapi yang berkualitas dan sampai mendapatkan izin BP POM bisa terealisasi, bisakah  untuk belajar sistem pengolahannya. Beliau menjelaskan memang perlu persyaratan khusus yang harus dipenuhi dan tidak mudah untuk mendapatkan lisensinya BP POM akan tetapi karena ada fasilitasi dari Pemerintah dan BP POM sendiri sehingga perizinan bisa terealisasikan, prinsip pakan yang berkualitas akan menghasilkan susu yang berkualitas dengan pemanfaatan bahan baku pembuat pakan ternak seperti  bran, ampas tahu, bungkil kopra, bungkil sawit, kulit kopi, kulit kacang kering, molase/ tetes tebu, katul, janggel jagung dll. Beliau sangat terbuka dengan para petani asal Boyolali untuk setiap waktu berkunjung belajar dengan Koperasi Sarono Makmur untuk belajar berbudidaya ternak sapi perah ini.

           

Setelah acara tanya jawab dan ramah tamah selesai para peternak sapi berpamitan dan merasa puas dengan ilmu yang telah mereka dapatkan dengan harapan ada perhatian dan kerjasamanya dengan pemerintah daerah untuk bisa mewujudkan harapan dan cita-cita para peternak sapi seperti yang ada di Ds. Cangkringan, Kab Sleman. Sb. DPMPTSP Kab. Boyolali.

Copyright © 2017 DPMPTSP Pemerintah Kabupaten Boyolali